Piala Dunia di Indonesia?

Salam Sepakbola.

Hanya berbagi mimpi dan khayalan di pagi hari.

Pagi ini waktu berangkat kerja — wow, dah masuk kerja? okeh gw akuin gw cuma ga mau rugi kepotong cuti gw satu hari cuma buat nyantai-nyantai di rumah. Mending nyampah-nyampah di kantor tanpa mengurangi jatah cuti toh? hehe =p — gw milih jalur alternatif I ke kantor, pake busway, dibanding jalur alternatif II yang mesti naek bis cawang – blok m.  Alhasil gw melewati kawasan Sudirman di rute terakhir busway. Yang bikin pikiran gw menerawang pagi ini adalah pas lewat bunderan senayan. Di sana ada pos polisi yang oke punya, tampak bagus dan eksklusif (tolong benerin gw klo itu bukan kantor polisi, agak-agak sotoy sih..) di atasnya ada layar besar, gw ga tau sebutan media advertising ini. Billboard tv kah? Hehe itu nama rekaan gw.. jadi mari sebutlah Billboard TV.. Sang Billboard TV di pagi yang sepi ini dah sibuk nayangin iklan tanpa suara. Di sana band papan atas Indo, Nidji lg jingkrak-jingkrakan tanpa suara ngiklanin Dj*r*m Cokelat. Gw baru tersadar, keren jg yah di Indo dah banyak TV-TV gede di jalan, soalnya gw teringat ada juga TV semacam itu di kawasan Dago di perempatan Cikapayang, Bandung.

Okeh.. pikiran gw cuma sebatas itu awalnya, sampe akhirnya gw ngeliat lg si Billboard TV di daerah Blok M menuju terminal. Wow, dalam jarak yang cukup dekat ternyata dah ada dua barang ajaib serupa. Langsung lah banyak pikiran yang melintas, itu siapa yang bikin yah? Pemda DKI kah? atau malah Polri kah? soalnya klo ga salah letaknya persis di atas kotak yang gw dakwa sebagai kantor polisi.. trus kemanakah sang pemasang iklan di layar tersebut harus bayar? atau jangan-jangan perusahaan yang bikin iklan itu yah yang masang tuh layar, wajar aja dong mereka mampu. Karena yang masang iklan di sana toh perusahaan besar, kalo ga perusahaan rokok ya operator telekomunikasi. Terus kenapa ga dipakai untuk hal-hal lain yang lebih bermanfaat selain iklan-iklan tanpa suara yang kita sendiri dah bosen ngeliatnya di TV. Atau hal-hal yang lebih seru..??

Hehe.. ngaku deh gw, yang kepikiran pertama untuk hal lain yang ditayangin di sana selain iklan ya apa lagi selain pertandingan sepakbola. Misalnya Liga Inggris atau Liga Italia di malem Minggu. Agak mustahil sih emang mengingat kita aja susah nonton Liga Inggris di televisi lokal gratisan. Jadi siapa yang sukarela membayar hak siarnya? Selanjutnya yang kebayang sama gw adalah Billboard TV itu (masih kekeuh pake nama rekaan gw) nayangin pertandingan sepakbola langsung dari Stadion Gelora Bung Karno dan seantero stadion di belahan Indonesia lainnya. Dalam rangka apa? Piala Dunia!!! Jadi semua orang Indonesia yang ga nonton langsung pun bisa merasakan aura Piala Dunia yang dilangsungkan di negara kita tercinta ini, suatu saat. Yang enggan merogoh kocek untuk nonton langsung di stadion silahkan nikmati gratisan di pinggir jalan-pinggir jalan ini. Tapi kenikmatannya bisa dipastikan bakal jauh di bawah nonton langsung di stadion kan. Bisa juga disediain stand-stand bagi pengusaha menengah ke bawah untuk menggelar jajanan di sekitar Billboard TV itu biar kondisinya ga semrawut, khusus di satu bulan pagelaran sepakbola akbar ini. Wow..

Khayalan berlanjut ke uang yang gw keluarin buat bayar metromini. Gambar uang 2000-an berubah jadi gambar stadion senayan dengan hirukpikuk-nya. BI khusus membuatnya menyambut piala dunia di Indonesia! Bukan cuma poster Bambang Pamungkas dkk berdiri seorang diri dengan logo nike yang terpampang, kalo kalian inget Piala Asia 2007. Tapi ada pampangan gambar Boaz vs Terry, karena kebetulan Indonesia dan Inggris satu grup.

Hahaha.. Cukup.. Cukup..
worldcup_spectator
Indonesia calon tuan rumah piala dunia 2022 emang bagaikan cuma mimpi, apalagi kalo inget peristiwa bom beberapa waktu lalu. Tapi ga ada salahnya tetap bermimpi dan berharap bisa jadi bagian yang ikut andil di dalamnya… Okeh kalau ga 2022, karena masih ada 2026, 2030, 2034, dst.. selama ritual ini masih dilangsungkan 4 tahun sekali. Cukup jadi penonton yang menyemarakan pesta sepakbola tersebut juga udah turut andil lho.. hehe..

Maju terus..
Teruslah bermimpi..

Advertisements

Merah-Biru di Olimpico

Barca winner
*picture taken from UEFA's official site

Tahun ini Champions League kembali dijuarai oleh tim yang dibela oleh pemain terbaik sepanjang tahun. Tahun lalu Ronaldo boleh dibilang sebagai pemain paling konsisten dan berhasil membawa MU merajai Eropa. Semusim di belakangnya Kaka lah yang dipuja-puja, dan membawa AC Milan menghempaskan Liverpool di partai puncak. Kali ini Messi lah dengan Barcelona-nya yang jadi kampiun eropa. Siapa yang tak meragukan titisan Maradona ini merupakan pemain terhebat tahun ini. Jadi top skorer di Champions League, tampil konsisten di Liga Spanyol, dan apik di timnas meski sempat tercoreng kekalahan di Bolivia. Di partai pamungkas kali ini pun namanya tertoreh di daftar pencetak gol lewat sundulannya di menit 70.

Tapi siapa yang menyangka sang bintang bukanlah pemeran utama di panggung final. Berkaca ke para tokoh utama sebelumnya, partai final tahun lalu pun malahan menjadikan Terry bintang utama. Peran antagonisnya menjadi sorotan para pendukung Chelsea lewat aksi terpelesetnya ketika mengambil tendangan penalti meski telah tampil ngotot sepanjang 120 menit. Mengingat kembali adegan musim 2006/2007 pun tentu tak kan sangsi bahwa aksi Inzaghi lah yang jadi pemupus harapan The Kop. Musim ini, kolektifitas Barca memang layak diacungi jempol. Barca bukanlah Messi seorang. Imej itulah yang berhasil ditanamkan tim ini sepanjang musim, walaupun akhirnya pujian sering melayang ke diri sang bintang. Meskipun baru saja saya mengintip situs resmi UEFA yang memilih Messi sebagai Fans Man of The Match, tapi gelar Man of The Match versi saya adalah Xavi. Dengan tidak lupa memberi kredit plus kepada Puyol yang ngotot dalam bertahan bahkan menyerang. Xavi jadi peran sentral karena fungsinya sebagai penyeimbang. Di kala pemain Azulgrana lebih banyak memainkan sepakbola indah dan taktis, Xavi tetap bisa tampil lugas. Saat bola tik-tak pendek ala Barca diperagakan, ia tak luput untuk merubah ritme dengan bola panjang terukurnya. Pastinya tanpa melupakan juga aksi individu yang terkesan menjadi hal wajib untuk diperagakan oleh pemain Barca musim ini.

Faktor melempemnya MU lebih besar membantu kemenangan Barcelona kali ini. Sempat menggebrak di menit awal lewat tendangan bebas Ronaldo, MU malah melanjutkan permainan secara monoton. Malahan Eto’o yang berhasil mencuri peluang dan mensahkannya sebagai pembuka kemenangan Barca. Selebihnya babak pertama hanya menjadi permainan hati-hati dari kedua tim. Umpan-umpan pendek pemain Barca dari kaki ke kaki pun berjalan dalam tempo yang lamban. Absennya Daniel Alves juga mengurangi tusukan Barca dari kiri. Sayangnya pemain MU tak cukup memberi pressing ketat. Karena permainan keras lah yang tampaknya bisa menghentikan Barca. Ingat kembali Chelsea yang hampir saja memusnahkan mimpi treble tim Catalan ini. Rooney malahan main lebih ke pinggir dan Tevez tidak dimainkan dari awal. Ronaldo pun tak mampu menurunkan egonya untuk merubah gaya permainan timnya. Giggs kali ini tak memiliki petuah layaknya ia biasa menjadi pembuka jalan di saat MU buntu.

Di babak kedua permainan lebih terbuka. Asa kembali dilimpahi keajaiban seperti musim 1998/1999 mungkin masih menghinggapi para pendukung MU. Sepuluh tahun silam gol tendangan bebas Mario Basler di awal-awal pertandingan berhasil dimentahkan keuletan pemain MU di akhir pertandingan. Namun sayangnya di babak kedua tetap saja MU sama sekali tak punya peluang mengembangkan kreatifitas. Masuknya Tevez tak berhasil mengubah keadaan. Malahan Puyol lah yang tampil dominan. Di lini pertahanan, bentrokannya beberapa kali dengan Ronaldo semakin membuat frustasi sang bintang musim lalu ini. Sesekali umpan aksi provokatifnya termakan oleh Ronaldo, yang berakibat semakin tak bermuaranya serangan Si Setan Merah. Sementara itu sempat-sempatnya pula Puyol ikut merangsek ke depan, bahkan hingga melakukan tusukan ke kotak penalti. Alhasil, Xavi lah yang beraksi. Umpan jauhnya berhasil dimanfaatkan Messi yang tak terjaga lewat sundulan. Sebuah gol yang tak disangka oleh para pemain MU. Sekaligus menjadi pintu bagi Barca untuk pergi jauh ke awan meskipun masih 20 menit tersisa. Setelah itu dua peluang berhasil diciptakan MU namun berujung hampa. Berbatov yang sudah dimasukkan pun tak mampu berbicara banyak. Sisa waktu hanya jadi penantian pesta Barcelona di Roma. Olimpico merah-biru di tangan Barcelona. Manchester United gagal membuat sejarah dengan menjadi tim pertama yang berhasil mempertahankan gelar sejak format Champions League digunakan.

Walaupun bukan partai yang hebat, tapi cukup berharga untuk disaksikan. Cukup untuk memacu adrenalin bergejolak hingga tak sabar ingin pergi ke lapangan dan bermain dengan si kulit bundar.

Bad News di Pagi Hari

Waduh bahaya nih…

Go Reds!

NEWS STORY
INJURY WORRIES FOR REDS
Steve Hunter 15 October 2008
Fernando Torres and Ryan Babel were both forced to leave the field early with injuries during World Cup qualifying matches for Spain and Holland respectively.
The Reds number nine was substituted after 17 minutes during Spain’s Group Five encounter in Belgium, while Babel made way for Ibrahim Afellay after 27 minutes during Holland’s 1-0 win in Norway.
There is no more news as yet as to the extent of the injuries but stay tuned to Liverpoolfc.tv for further updates.

(taken from Liverpool’s official site)

Ke Bioskop

Entah kenapa akhir-akhir ini gw jadi seneng nonton film. Aslinya gw ga hobi-hobi banget nonton. Dulu biasanya nonton film tuh cuma sebatas hobi yang diniatkan. Maksudnya gw seneng ngumpulin film-film, minjem dvd punya orang, tapi nontonnya ga tau kapan. Jadi niatnya doang pengen nonton banyak film tapi ga pernah terealisasi. Sebenernya salah satu alasannya adalah karena seringnya gw ketiduran. Jadi untuk nyelesain satu film tuh butuh waktu yang lama. Jadi ya ga abis-abis. Belum lagi ke-perfeksionis-an gw yang ngebuat gw sering ngulang di bagian tertentu kalo gw ga merhatiin tokoh filmnya ngomong apa, atau ada kejadian yang kelewatan karena gw ketiduran beberapa detik, dan hal-hal semacam itu. Padahal toh sebenernya gw tau yang kelewatan itu bisa ditebak dan ga esensial amat siy, tapi berasa ada yang kurang aja. Hasilnya harddisk gw selalu penuh film yang gw ambil dari temen-temen gw tapi ga ditonton-tonton. Waktu itu aja sempet nonton LoTR yang aslinya cuma tiga seri jadi macem serial mini seri yang udah 3 season ga abis-abis.

Kalo kata orang, sekalian aja nonton di bioskop. Yang pertama lebih puas, kedua adalah nonton secara legal jadi ga ngerugiin para produser film – biasanya kalo nonton sendiri kan pasti bajakan tuh, mana pernah beli dvd aseli, dan ketiga ga bakal ketiduran karena biasanya kan dah bayar tuh jadi ga mau rugi dan lebih konsen nontonnya. Tapi sialnya tetep aja gw sering ketiduran. Ya wajar siy (seenggaknya menurut gw wajar), dulu itu gw sering nonton di bioskop di dua waktu. Yang pertama abis pulang pertandingan bola, udah abis capek pas lagi ngumpul-ngumpul makan ada aja yang ngusulin nonton. Atas nama kebersamaan gw sering ikut dan akhirnya mimpi indah di dalam bioskop. Tapi biasanya gw nonton sebagian plus endingnya, jadi bisa nebak-nebak sotoy sok ga ketiduran lah. Trus yang kedua temen-temen gw yang laen hobi banget ngajakin nonton midnight. Kalo ga nonton tapi begadang ampe pagi siy bisa aja, tapi entah kenapa klo di dalem bioskop otak gw merepresentasikannya sebagai waktunya tidur dan hasilnya tetep tidur walaupun tuh film seru dan berisik sana-sini.

Nah akhir-akhir ini gw lagi berhasil ngabisin isi harddisk. Ga tau kenapa jadi semangat nonton. Jadi lumayan ngurangin isi harddisk lah. Trus beberapa waktu kemarin pas Laskar Pelangi muncul beberapa temen SMA gw ngajakin ngumpul-ngumpul sekalian nonton film itu. Ga terlalu banyak yang dateng, tapi yang aneh adalah kumpulan orang itu bukan kumpulan orang yang mungkin untuk kumpul bareng. Mmm, ya ga sampe ga mungkin juga siy, toh kita pernah satu sekolah, tapi bisa dibilang kemungkinannya sangat kecil. Yah bisa dibilang kita kenal dan pernah ngobrol sekali-sekali tapi ga sedeket itu untuk ngumpul dan maen bareng. Gw sendiri biasanya maen ama temen maen bola pas SMA, atau temen-temen rusuh yang suka nongkrong di belakang sekolah, atau paling ngga temen-temen sekelas, atau juga kadang temennya temen maen bola pas SMA, atau temen-temennya temen-temen rusuh yang suka nongkrong di belakang sekolah, atau paling ngga temennya temen-temen sekelas. Nah, bingung kan. Tapi siapapun temennya tetep minum teh botol sosro, sayangnya waktu itu lagi puasa. Yang penting tujuan ke sana adalah nonton Laskar Pelangi. Setelah nonton ternyata sedikit berbeda dengan novelnya. Yah emang susah siy nge-translate novel yang bisa cerita panjang lebar tanpa diganggu tulisan “Periksa barang bawaan anda” jadi sebuah film yang berdurasi terbatas. Tapi reflek logika sotoy gw langsung ngebuat gw mikir “Lha kan harusnya ga gini niy” “Lha kan dia ga ada niy di novel” “Harusnya bukan dia niy” “Ah dipotong niy” dkk. Sempet kecewa juga pas ngeliat adegan yang bener-bener bertolak belakang kaya pas cerdas cermat. Guru SD PN di sana malah terkesan baik dan ngebantu Lintang, padahal di buku kebalikannya. Ada beberapa hal juga yang diubah dan ditambahin yang menurut gw mungkin untuk menambah suatu kesan. Misalnya meninggalnya Pak Harfan dan tokoh guru tambahan Pak Bakir yang cabut dari SD Muhammadiyah yang menurut kesotoyan gw adalah untuk menambah kesan perjuangan dan ketabahin hati bu Mus. Itu cuma pendapat lho, tolong para penulis, pengamat, produser, sutradara, komentator, dan penonton laennya jangan lantas menghujat kesoktauan saya. Toh film ini tetep bagus dan punya makna mendalam. Yang ga baca novelnya dan yang ga sotoy sok inget novelnya kaya gw juga ga bakal protes. Semoga anak-anak yang nonton film ini bisa jadi lebih semangat buat belajar dan sekolah. Rajin dan selalu pengen jadi yang terdepan, ga tidur terus di kelas kaya gw.

Tiga paragraf tadi cuma mukadimah dari inti cerita gw kali ini. Jadi di salah satu adegan Laskar Pelangi, kalau ga salah pas mereka pergi jalan-jalan rame-rame buat ngeliat pelangi, ada lagu yang cukup menarik perhatian. Simpel, akustik, dan bikin pikiran menerawang. Langsung deh gw bikin reminder di otak gw buat ngeliat daftar lagu soundtrack-nya di akhir film buat dicari. Pas film beres, dari list lagu soundtrack yang ada kandidat lagu yang gw cari tadi adalah lagunya Ipang. “Oh iya, tadi kayanya suara si Ipang”. Dan beberapa hari kemarin tiba-tiba keinget dan cari deh tuh lagu. Ketemu deh, lagunya Ipang untuk soundtrack Laskar Pelangi yang judulnya Sahabat Kecil. Waduh, kriminalitas niy download lagu gratisan.

Oh iya, gw ga tidur lho pas nonton Laskar Pelangi. Yess!

Ipang – Sahabat Kecil

Baru saja berakhir

hujan di sore ini

menyisakan keajaiban

kilauan indahnya pelangi

Tak pernah terlewatkan

dan tetap mengaguminya

Kesempatan seperti ini

tak akan bisa di beli

Bersamamu kuhabiskan waktu

senang bisa mengenal dirimu

Rasanya semua begitu sempurna

sayang untuk mengakhirinya

Melawan keterbatasan

walau sedikit kemungkinan

tak akan menyerah untuk hadapi

hingga sedih tak mau datang lagi

Bersamamu kuhabiskan waktu

senang bisa mengenal dirimu

Rasanya semua begitu sempurna

Sayang untuk mengakhirinya

Janganlah berganti

Tetaplah seperti ini

Kembali Lagi

Udah lama ga nge-blog lagi. Postingan terakhir gw waktu jaman Piala Eropa dan ngegantung karena dua bulan terakhir gw sibuk sendiri. Padahal kalo niat siy bisa aja disempetin nulis barang semenit dua menit. Hehe.. Padahal terakhir gw lagi getol-getolnya ngebahas Euro 2008. Sayangnya di saat-saat terakhir ada banyak hal (gw lupa siy apaan) yg bikin gw terhambat untuk posting. Padahal dah disiapin tuh artikel penutup Euro 2008. Tapi dah basi banget. Yasudahlah, semoga gw bisa mulai posting lagi tentunya dengan bahan-bahan yang lebih luas lagi, ga cuma bola doang. Tapi kayanya susah juga pergi jauh-jauh dari hal yg satu itu, hehe..

Okeh, ini dia dream team turnamen Euro 3 bulan lalu versi gw.

Pembaca: Lho kan dah basi?

Penulis: Biarin aja lah *tetep maksa*

Mereka gw anggap bukan cuma bermain bagus di turnamen, tapi jadi kartu As permainan timnya. Siapa aja mereka?

Kiper: Casillas

Bek: Pepe, Marchena, Lahm, Van Bronckhorst

Gelandang: Senna, Deco, Schweinsteiger, Sneijder

Penyerang: Arshavin, Villa

Sekian…

*huhu, basinya =p*