Tim Oranye Permalukan Juara Dunia

Total Football versus Cattenacio. Italia datang ke Stade de Suisse di Bern menghadapi Belanda dengan kepala terangkat, mengingat sejarah yang berpihak kepada mereka. Di 15 pertemuan, mereka menang 7 kali, seri 6 kali dan hanya kalah 2 kali. Kekalahan terakhir pun sudah berumur 30 tahun. Pada tahun 1978, pada zaman salah satu legenda sepakbola asal Belanda, Johan Cruyff, Italia kalah oleh Belanda di semifinal. Terbukti di sepuluh menit pertama Italia beberapa kali membahayakan pertahanan Belanda yang digalang Mathijsen lewat tusukan Di Natale dan sundulan Luca Toni. Di menit ke-17, Belanda mulai bangkit diawali dengan tendangan bebas Sneijder yang masih terbentur pemain sendiri. Memasuki menit 20, petaka mulai membayangi Italia. Serangan bertubi-tubi tim Oranye yang diarsiteki Sneijder membuahkan hasil di menit ke-26. Bola mentahan Buffon berhasil dioper ke belakang oleh Mathijsen dan kemudian dihajar oleh Sneijder dengan tendangan voli ke arah gawang. Bola kencang datar dari Sneijder sebenarnya sedikit melenceng dari gawang, namun Nistelrooy telah berdiri bebas di mulut gawang dan dengan mudah membelokkan arah bola ke gawang. Protes dilakukan oleh para pemain Italia karena menganggap Rudtje, julukan Nistelrooy, berada pada posisi offside. Namun wasit tidak menganggap posisi tersebut offside akibat Panucci masih tersungkur di samping gawang sejak Buffon menabraknya ketika membuang bola sebelumnya.

Hanya selang lima menit, ketika Italia berusaha menyamakan kedudukan lewat tendangan penjuru, Belanda berhasil mencuri counter attack lewat Van Bronckhorst. Dengan cerdik ia menempatkan bola panjang ke sebelah kiri pertahanan Italia. Kuyt yang bermain sebagai penyerang kanan langsung mengumpankan bola menggunakan kepalanya ke tengah dan dengan cantik Sneijder menyelesaikannya lewat tendangan voli ke tiang dekat. Kedudukan 2-0 untuk Belanda dan kepercayaan diri Italia musnah seketika. Sebenarnya Di Natale punya satu peluang untuk memperkecil ketinggalan. Namun tembakannya yang melewati sela kaki salah seorang pemain bertahan De Oranye masih bisa diselamatkan Van Der Sar yang tampil gemilang. Babak kedua ditutup dengan keunggulan Sneijder dkk.

Di babak kedua, serangan Italia semakin gencar setelah Materazzi digantikan Grosso dan Del Piero masuk diikuti Cassano. Toni lolos dari perangkap offside namun tendangannya di depan gawang masih melambung tinggi. Beberapa tembakan Del Piero pun masih belum membahayakan gawang Van Der Sar. Grosso berhasil sekali memasuki kotak penalti Belanda dari sisi kiri, namun penyelesaian akhir yang buruk masih meliputi kubu Italia. Tendangan bebas Pirlo pun masih belum mampu menaklukkan Van Der Sar. Malahan di menit ke-79, kembali lewat serangan balik, tim asuhan Van Basten berhasil memperbesar keunggulan. Berdiri bebas di depan gawang, Kuyt menembak ke gawang namun masih bisa ditepis Buffon. Sialnya bola masih bisa dikuasai kembali oleh Kuyt yang mengumpankan si kulit bundar ke tengah sebelum akhirnya diselesaikan dengan sundulan oleh Van Bronchost yang rajin sekali naik membantu penyerangan.

Belanda membuktikan kapasitasnya sebagai calon kuat juara Piala Eropa tahun ini. Sekaligus membalaskan dendam kegagalan mereka di semifinal delapan tahun silam oleh Italia karena kalah adu penalti. Terbersit bayangan salah satu momen gol indah tendangan voli Marco Van Basten di final Piala Eropa tahun 1988 ketika ia menjadi pahlawan kesuksesan Belanda meraih gelar eropa. Mampukah Van Basten meraih sukses ganda sebagai pemain dan pelatih? Kita tunggu kiprah Belanda berikutnya di lanjutan Piala Eropa tahun ini.

~Dani

*artikel ini ditampilkan juga di http://seputarpialaeropa.co.cc/

2 thoughts on “Tim Oranye Permalukan Juara Dunia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s