Momen Krusial Premier League

Dua momen penting dalam perjalanan menuju tangga teratas di perhelatan Liga Inggris adalah Super Sunday dan Boxing Day. Wow, sebelum berbicara lebih dalam mari kita maknai lagi kedua istilah ini. Yang pertama adalah Super Sunday. Sebutan ini kerap kali diusung para media baik televisi maupun cetak dalam melabeli partai big match, yang notabene tidak jauh dari pertemuan dua dari empat tim anggota Big Four Premier League saat ini: MU, Arsenal, Chelsea, dan Liverpool. Kenapa menyandang kata Sunday, tentunya karena hari pelaksanaan pertandingan, yang entah kenapa, selalu saja dijadwalkan pada hari Minggu. Jarang sekali partai ini diselenggarakan di hari Sabtu, atau bahkan tidak pernah? Mungkin sudah ada penilitian sendiri dari FA yang menyebabkan keputusan penjadwalan partai Big Match lebih utama di hari Minggu. Mungkin dari segi pemasaran, penyiaran, keamanan, atau lainnya. Tentunya kata keterangan Super tidak perlu kita tanyakan lagi makna pemakaiannya selain menghiperbolakan pertandingan itu menjadi momen terbesar pada hari tersebut.

Sementara istilah Boxing Day mungkin akan sering kita dengar kembali di media pada minggu mendatang. Boxing Day merupakan sebuah fenomena unik tersendiri dari Premier League. Apakah itu? Tentu sebelumnya kita ingin tahu dulu apa arti istilah ini. Bukannya hari bertinju, melainkan sebutan untuk minggu akhir Desember di mana seluruh klub Liga Inggris akan menjalani minggu padat, biasanya mencapai tiga pertandingan dalam satu minggu tersebut. Tentunya kita akan menyadari keunikan di sini ketika mengingat bahwa pada minggu akhir Desember tersebut biasanya umat kristiani, yang tentunya merupakan mayoritas penduduk Eropa tak terkecuali Inggris, sibuk merayakan Natal dan Tahun Baru. Di liga-liga Eropa lainnya, minggu tersebut merupakan jadwal libur pertandingan. Tapi tidak di Inggris yang malahan memainkan jadwal padat, bayangkan saja, sampai tiga pertandingan. Rumor yang terdengar mengenai mengapa keunikan ini terjadi, entah kebenarannya dapat dipertanggungjawabkan atau tidak, adalah kebanyakan masyarakat di Inggris lebih senang menghabiskan minggu liburnya dengan menonton pertandingan sepakbola ketimbang bertamasya ataupun pergi ke tempat hiburan. Imbasnya ya terselenggaranya Boxing Day ini. Sepengetahuan saya dari artikel beberapa tahun silam di salah satu media massa olahraga di Indonesia, nama Boxing Day muncul berkenaan dengan perayaan natal yang biasanya diwarnai dengan saling bertukar kado, di mana kado-kado tersebut dibungkus indah dalam kotak-kotak kado yang mengakibatkan orang-orang sibuk untuk membungkus (baca:mengotaki) kado. Tidak perlu menunggu lama setelah natal tanggal 25 Desember, biasanya pada tanggal 26 pertandingan sudah bergulir, dilanjutkan tanggal 28/29 dan ditutup pada tahun baru. Benar-benar Natal yang indah bagi warga Inggris yang hobi menonton sepakbola.

Kedua momen tersebut di atas tentunya merupakan ujian terberat bagi para kandidat pemegang tahta tiap musimnya. Tentunya Super Sunday secara eksplisit akan menjadi poin krusial bagi tim yang sukses melewatinya, karena perolehan poin mereka akan berpengaruh langsung terhadap poin pesaing terberat. Bagi yang sebelum pertandingan posisinya di kasta klasemen lebih tinggi akan menjadi loncatan hebat ketika menambah 3 poin di saat rivalnya tertahan. Sedangkan kemenangan bagi yang tertinggal akan melakukan akselerasi pengejaran yang baik, atau bahkan sanggup melewati posisi rivalnya. Bisa dibilang Super Sunday merupakan The Real Final yang tidak secara langsung menghasilkan juara.

Beda lagi dengan Boxing Day. Minggu tersibuk ini akan jadi ujian kesiapan dan kestabilan mental setiap tim kandidat dalam usahanya merengkuh tropi Liga Inggris. Barang siapa dapat meraih kesuksesan sempurna, maka akan jadi 9 poin terpenting dalam langkahnya. Karena seringkali banyak tim besar terjungkal di Boxing Day. Mungkin karena faktor kelelahan fisik dan mental yang selalu ditekan untuk tampil baik dibanding dengan tim medioker dan papan bawah yang malahan lebih all-out.

Minggu ini baru menampilkan laga Super Sunday, Liverpool kontra MU dan Arsenal versus Chelsea. MU dan Arsenal sama-sama sukses dengan hasil sama, 1-0. Tentunya kedua tim teratas Liga Inggris saat ini itu sedang berada di atas angin. Namun ujian berikutnya sudah menanti, yaitu Boxing Day. Setelah permainan The Reds yang miskin kreatifitas ketika dihadang pemain-pemain MU yang beraksi bak palang pintu di Anfield, akankah Liverpool bangkit? Ataukah Chelsea yang masih mencari-mencari bentuk terbaiknya bersama pelatih baru Avram Grant dapat tampil sempurna di Boxing Day? Atau malah dewi fortuna tetap memihak kepada duo petinggi saat ini, Arsenal dan MU? Adrenalin para penikmat sepakbola akan dipacu minggu depan untuk merasakan tegangnya persaingan Big Four yang mungkin saja akan diselipi tim lain yang menguntit sembari menunggu peluang menyalip, seperti Man City, Everton, dan Portsmouth. Hiburan bagi orang Inggris yang tentunya masih kecewa atas penampilan timnas mereka yang harus rela ikut serta di Euro’08 hanya sebagai penonton.

2 thoughts on “Momen Krusial Premier League

  1. Yup, seperti yg saya bilang di atas, coba disimak: “… melabeli partai big match, yang notabene …”. Jadi ga mesti cuma pas keempat tim itu aja siy, jadi emang untuk semua big match, tapi blum tentu setiap pekannya.. Tapi kalo buat gw Super Sunday yg bener-bener “super” yah klo terjadi pertarungan di antara big four… Hehehe..
    Thx juga..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s