Posted by: Dani | June 27, 2008

Celotehan Menuju Final Euro’08

Salam Sepakbola.

Piala Eropa tahun ini berujung menyenangkan bagi saya, walaupun belum berakhir. Final idaman saya tercapai (mengacu ke posting saya sesaat sebelum piala dunia). Berbeda dengan empat tahun sebelumnya, ketika diselenggarakan di Portugal. Waktu itu final idaman saya adalah Belanda-Ceko. Merujuk ke pertandingan pertama mereka di fase grup yang berlangsung sangat seru dengan skor akhir 3-2 untuk Ceko. Harapan saya kala itu mereka bisa mengulang lagi partai seru itu di final. Dan jalan ke sana hampir tercapai sebelum akhirnya Belanda dikalahkan Portugal dan Ceko disingkirkan Yunani, ironisnya justru di partai semifinal. Selangkah lagi menuju semifinal menyempurnakan harapan saya.

Tapi tahun ini berbeda. Di pertandingan pertama performa kedua tim final idaman saya, Jerman dan Spanyol, masih ada di puncak. Namun kemudian saya sempat kecewa dan sudah menepis harapan saya jauh hari saat melihat menurunnya performa Jerman ketika dihajar Kroasia, dan ngerinya penampilan Belanda. Yang waktu itu saya artikan Jerman akan kesulitan menghadapi Portugal, dan Belanda akan membantai habis penantang di pool mereka, termasuk Spanyol. Tapi ketakutan saya terbayar saat dua malam kemarin menyaksikan partai semifinal yang meloloskan Jerman dan Spanyol untuk bersanding di final.

Adrenalin saya masih mengalir kencang saat ini dan mungkin hingga nanti pertandingan berlangsung. Tidak sabar rasanya menunggu hari Minggu nanti.

Tunggu juga artikel ulasan saya menyongsong final Euro 2008 di http://seputarpialaeropa.co.cc/ (Sudah ada 3 artikel saya yang dimuat di sana, yang terakhir artikel mengenai semifinal, hehe..).

Viva Euro 2008 dan Sepakbola!

Posted by: Dani | June 24, 2008

Euro 2008: Who Will Be The Next King?

The semifinal is about to begin.

Greece has pulled off their crown.

Who will take the honour of Europe this year?

The Panzer …

The ’super-comeback’ team ?

Guus Hiddink squad …

or Espana ?


*All photos are taken from http://www.euro2008.uefa.com/

Posted by: Dani | June 22, 2008

Euro 2008 : Russia-Netherlands 3-1

Magic in quarter-final of Euro 08 continued at Basel last night.
The actor was Andrei Arshavin, man of the match of the amazing battle.
Anyway, great applause to Oranje Squad.
Who made a fantastic appearance in the tournament.
That’s football… Always unpredictable.

(some photo taken from http://www.euro2008.uefa.com/)

A hope.

The actor.

Great save still not enough.

Sad farewell for Total Football.

Huff..

Euro 2008 sudah memasuki perempat final. Banyak hal yang terjadi namun tidak saya tuliskan di blog ini. Di sela waktu yang tak kunjung senggang ini, tampaknya sayang sekali melewatkan momen untuk membuat prediksi perempat final. Banyak kejutan yang terjadi. Kroasia yang perkasa di grup B, Turki yang melangkahi Ceko di partai pamungkas, Belanda yang digdaya terhadapa dua finalis Piala Dunia, serta Rusia yang bangkit mengejar ketertinggalan di dua partai akhir.

Sayangnya satu partai sudah terlewat. Partai Jerman-Portugal, yang sebelumnya saya prediksi akan terjadi di semifinal, sudah berlangsung semalam dengan keunggulan Tim Bavaria 3-2 atas Cristiano Ronaldo cs. Sebenarnya prediksi saya sebelum pertandingan adalah 55-45 untuk Portugal akibat kekecewaan saya terhadap penampilan Jerman saat tersungkur di hadapan Kroasia, walaupun dalam hati tetap ingin Jerman melaju. Namun kenyataannya Jerman kembali ke jalurnya. Analisa saya adalah kembalinya patron formasi Jerman ke Piala Dunia lalu, dengan memainkan Schweinsteiger sebagai starter dan Lahm yang kembali di pos sebelah kiri. Hal ini terbukti meningkatkan kreatifitas Jerman yang hilang di fase grup. Satu tempat untuk Jerman di semifinal.

Partai kedua adalah pertemuan dari dua tim kejutan. Kroasia secara mengejutkan tampil impresif dan mengangkangi Jerman di fase grup, sementara Turki secara dramatis menyingkirkan Ceko di lima menit terakhir. Sayangnya kiper Turki, Volkan, tak akan bermain akibat kartu merah yang diterima di partai terakhir grup. Kroasia akan tampil dengan formasi yang sama saat menghadapi Jerman. Hmm.., 60-40 untuk Kroasia sehingga akan terjadi partai balas dendam di semifinal nanti saat mereka menghadapi Jerman untuk kedua kalinya di turnamen ini. Skor 2-1 sudah cukup untuk Kroasia

Belanda versus Rusia. Belanda masih jadi tim dengan penampilan terbaik hingga saat ini. Poin penuh dengan total sembilan gol dari tiga partai. Total football bangkit kembali, terbukti dari pemasok gol yang beragam dari pemain bertahan hingga menyerang. Tujuh orang dari tim Oranje telah mencatatkan diri di daftar pencetak gol. Sementara Rusia dapat memberi kejutan kecil setelah kembalinya Arshavin di partai terakhir kontra Swedia. 60-40 untuk Belanda dengan hasil akhir 2-0.

Partai terakhir, Spanyol lawan Italia, awalnya juga saya prediksi terjadi di semifinal. Villa akan kembali menjadi inspirasi bagi tim matador. Namun Italia tidak bisa diremehkan begitu saja. Mereka punya mental dan tradisi yang lebih kuat. Namun saya lebih mengharapkan Spanyol yang melaju ke semifinal. Peluang sama besar 50-50 untuk kedua tim. Skor 2-2 akan menghasilkan pertandingan yang menarik dengan kemenangan setelah perpanjangan waktu.

Sekian prediksi asal tebak saya disertai harapan-harapan di babak knock-out Euro 2008 yang semakin mendekati penghujung.

Posted by: Dani | June 10, 2008

Tim Oranye Permalukan Juara Dunia

Total Football versus Cattenacio. Italia datang ke Stade de Suisse di Bern menghadapi Belanda dengan kepala terangkat, mengingat sejarah yang berpihak kepada mereka. Di 15 pertemuan, mereka menang 7 kali, seri 6 kali dan hanya kalah 2 kali. Kekalahan terakhir pun sudah berumur 30 tahun. Pada tahun 1978, pada zaman salah satu legenda sepakbola asal Belanda, Johan Cruyff, Italia kalah oleh Belanda di semifinal. Terbukti di sepuluh menit pertama Italia beberapa kali membahayakan pertahanan Belanda yang digalang Mathijsen lewat tusukan Di Natale dan sundulan Luca Toni. Di menit ke-17, Belanda mulai bangkit diawali dengan tendangan bebas Sneijder yang masih terbentur pemain sendiri. Memasuki menit 20, petaka mulai membayangi Italia. Serangan bertubi-tubi tim Oranye yang diarsiteki Sneijder membuahkan hasil di menit ke-26. Bola mentahan Buffon berhasil dioper ke belakang oleh Mathijsen dan kemudian dihajar oleh Sneijder dengan tendangan voli ke arah gawang. Bola kencang datar dari Sneijder sebenarnya sedikit melenceng dari gawang, namun Nistelrooy telah berdiri bebas di mulut gawang dan dengan mudah membelokkan arah bola ke gawang. Protes dilakukan oleh para pemain Italia karena menganggap Rudtje, julukan Nistelrooy, berada pada posisi offside. Namun wasit tidak menganggap posisi tersebut offside akibat Panucci masih tersungkur di samping gawang sejak Buffon menabraknya ketika membuang bola sebelumnya.

Hanya selang lima menit, ketika Italia berusaha menyamakan kedudukan lewat tendangan penjuru, Belanda berhasil mencuri counter attack lewat Van Bronckhorst. Dengan cerdik ia menempatkan bola panjang ke sebelah kiri pertahanan Italia. Kuyt yang bermain sebagai penyerang kanan langsung mengumpankan bola menggunakan kepalanya ke tengah dan dengan cantik Sneijder menyelesaikannya lewat tendangan voli ke tiang dekat. Kedudukan 2-0 untuk Belanda dan kepercayaan diri Italia musnah seketika. Sebenarnya Di Natale punya satu peluang untuk memperkecil ketinggalan. Namun tembakannya yang melewati sela kaki salah seorang pemain bertahan De Oranye masih bisa diselamatkan Van Der Sar yang tampil gemilang. Babak kedua ditutup dengan keunggulan Sneijder dkk.

Di babak kedua, serangan Italia semakin gencar setelah Materazzi digantikan Grosso dan Del Piero masuk diikuti Cassano. Toni lolos dari perangkap offside namun tendangannya di depan gawang masih melambung tinggi. Beberapa tembakan Del Piero pun masih belum membahayakan gawang Van Der Sar. Grosso berhasil sekali memasuki kotak penalti Belanda dari sisi kiri, namun penyelesaian akhir yang buruk masih meliputi kubu Italia. Tendangan bebas Pirlo pun masih belum mampu menaklukkan Van Der Sar. Malahan di menit ke-79, kembali lewat serangan balik, tim asuhan Van Basten berhasil memperbesar keunggulan. Berdiri bebas di depan gawang, Kuyt menembak ke gawang namun masih bisa ditepis Buffon. Sialnya bola masih bisa dikuasai kembali oleh Kuyt yang mengumpankan si kulit bundar ke tengah sebelum akhirnya diselesaikan dengan sundulan oleh Van Bronchost yang rajin sekali naik membantu penyerangan.

Belanda membuktikan kapasitasnya sebagai calon kuat juara Piala Eropa tahun ini. Sekaligus membalaskan dendam kegagalan mereka di semifinal delapan tahun silam oleh Italia karena kalah adu penalti. Terbersit bayangan salah satu momen gol indah tendangan voli Marco Van Basten di final Piala Eropa tahun 1988 ketika ia menjadi pahlawan kesuksesan Belanda meraih gelar eropa. Mampukah Van Basten meraih sukses ganda sebagai pemain dan pelatih? Kita tunggu kiprah Belanda berikutnya di lanjutan Piala Eropa tahun ini.

~Dani

*artikel ini ditampilkan juga di http://seputarpialaeropa.co.cc/

« Newer Posts - Older Posts »

Categories