Salam Sepakbola.
Piala Eropa tahun ini berujung menyenangkan bagi saya, walaupun belum berakhir. Final idaman saya tercapai (mengacu ke posting saya sesaat sebelum piala dunia). Berbeda dengan empat tahun sebelumnya, ketika diselenggarakan di Portugal. Waktu itu final idaman saya adalah Belanda-Ceko. Merujuk ke pertandingan pertama mereka di fase grup yang berlangsung sangat seru dengan skor akhir 3-2 untuk Ceko. Harapan saya kala itu mereka bisa mengulang lagi partai seru itu di final. Dan jalan ke sana hampir tercapai sebelum akhirnya Belanda dikalahkan Portugal dan Ceko disingkirkan Yunani, ironisnya justru di partai semifinal. Selangkah lagi menuju semifinal menyempurnakan harapan saya.
Tapi tahun ini berbeda. Di pertandingan pertama performa kedua tim final idaman saya, Jerman dan Spanyol, masih ada di puncak. Namun kemudian saya sempat kecewa dan sudah menepis harapan saya jauh hari saat melihat menurunnya performa Jerman ketika dihajar Kroasia, dan ngerinya penampilan Belanda. Yang waktu itu saya artikan Jerman akan kesulitan menghadapi Portugal, dan Belanda akan membantai habis penantang di pool mereka, termasuk Spanyol. Tapi ketakutan saya terbayar saat dua malam kemarin menyaksikan partai semifinal yang meloloskan Jerman dan Spanyol untuk bersanding di final.
Adrenalin saya masih mengalir kencang saat ini dan mungkin hingga nanti pertandingan berlangsung. Tidak sabar rasanya menunggu hari Minggu nanti.
Tunggu juga artikel ulasan saya menyongsong final Euro 2008 di http://seputarpialaeropa.co.cc/ (Sudah ada 3 artikel saya yang dimuat di sana, yang terakhir artikel mengenai semifinal, hehe..).
Viva Euro 2008 dan Sepakbola!









Sayangnya satu partai sudah terlewat. Partai Jerman-Portugal, yang sebelumnya saya prediksi akan terjadi di semifinal, sudah berlangsung semalam dengan keunggulan Tim Bavaria 3-2 atas Cristiano Ronaldo cs. Sebenarnya prediksi saya sebelum pertandingan adalah 55-45 untuk Portugal akibat kekecewaan saya terhadap penampilan Jerman saat tersungkur di hadapan Kroasia, walaupun dalam hati tetap ingin Jerman melaju. Namun kenyataannya Jerman kembali ke jalurnya. Analisa saya adalah kembalinya patron formasi Jerman ke Piala Dunia lalu, dengan memainkan Schweinsteiger sebagai starter dan Lahm yang kembali di pos sebelah kiri. Hal ini terbukti meningkatkan kreatifitas Jerman yang hilang di fase grup. Satu tempat untuk Jerman di semifinal.